Bank Syariah Harapkan Insentif Pajak

Jakarta– Pelaku Perbankan Syariah tanah air mengharapkan adanya insentif pajak untuk nasabah yang menempatkan dananya di Bank Syariah. hal ini bisa menjadi salah satu cara mendorong pertumbuhan perbankan Syariah ke depan.

Menurut direktur BRI Syariah beberapa waktu lalu, ia mencontohkan pada produk deposito, ada keringanan pajak pada nasabah di bawah 20%. ” selama ini, sama saja dengan bank konvensional”  kata direktur BRI Syariah. Dengan demikian akan terjadi percepatan   pertumbuhan pada aset Bank Syariah.

Ada dua isu pajak yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan perbankan syariah tanah air, yaitu insentif pajak dan taxneutrality ( penghapusan pajak ). Insentif  pajak diperlukan untuk mendorong perbankan syariah agar lebih menarik dan pelaku memasuki industi ini mendapatkan manfaat lebih. Dengan basis pembiayaan kepada sektor riil dan underlying asset, perbankan syariah memiliki keunikan dan daya dorong bagi pertumbuhan sektor riil.

Di sisi lain, penghapusan pajak akan memberi perlakuan yang adil terhadap setiap akad Bank Syariah sebagai produk perbankan dan menghilangkan pajak ganda pada transaksi murabahah, tapi juga ijarah dan pajak lainnya akibat penggunaan hybrid akad.

Sebelumnya Kepala Biro Penelitian Pengembangan dan Pengaturan Perbankan Syariah Bank Indonesia mengatakan  BI sedang mengkaji penghapusan pajak ganda ( double tax ) pada akad murabahah saja yang sudah resmi dihapus. Sumber Republika.

Leave a reply